Malam pukul 1
Malam ini pukul 1 lewat 19, aku terbangun dari tidur ku karena mendengar suara notifikasi dari adikku yang sedang berada dalam perjalanan. Dia mengirimkan sebuah video yang melihatkan jalan pedesaan yang sepi dan gelap. Di sana terlihat jembatan yang sangat aku kenali. Tak lama terlihatlah sebuah bangunan masjid berwarna hijau. Air mataku lalu menetes, aku terisak menahan tangisku. Aku tidak ingin didengar menangis oleh adikku yang lain di sebelah kamarku. Aku tahu adikku ini baru saja melewati rumah nenek kami. Kampung halaman kami. Tempat dimana mama kami dimakamkan. Aku tidak sanggup menahan air mataku. Sudah 4 tahun mama meninggal. Namun, rasa sedihnya masih tetap ada. Bahkan tahun ini aku belum sempat ziarah ke makam mamaku. Aku berada jauh di kota. Malam ini, kenangan bersama mamaku seperti terlintas tanpa jeda. Mamaku yang baik dan penuh rasa sabar. Mamaku yang tidak pernah menuntut apapun padaku. Dia yang selalu menjadi garda terdepan saat aku butuh bantuan. Dia yang rela m...


