Malam pukul 1
Malam ini pukul 1 lewat 19, aku terbangun dari tidur ku karena mendengar suara notifikasi dari adikku yang sedang berada dalam perjalanan. Dia mengirimkan sebuah video yang melihatkan jalan pedesaan yang sepi dan gelap. Di sana terlihat jembatan yang sangat aku kenali. Tak lama terlihatlah sebuah bangunan masjid berwarna hijau. Air mataku lalu menetes, aku terisak menahan tangisku. Aku tidak ingin didengar menangis oleh adikku yang lain di sebelah kamarku. Aku tahu adikku ini baru saja melewati rumah nenek kami. Kampung halaman kami. Tempat dimana mama kami dimakamkan. Aku tidak sanggup menahan air mataku. Sudah 4 tahun mama meninggal. Namun, rasa sedihnya masih tetap ada. Bahkan tahun ini aku belum sempat ziarah ke makam mamaku. Aku berada jauh di kota.
Malam ini, kenangan bersama mamaku seperti terlintas tanpa jeda. Mamaku yang baik dan penuh rasa sabar. Mamaku yang tidak pernah menuntut apapun padaku. Dia yang selalu menjadi garda terdepan saat aku butuh bantuan. Dia yang rela membelaku dan mengusahakan setiap keinginanku, bahkan kalau itu harus berdebat dulu dengan ibunya. Aku yang dulu adalah anak yang pemarah, egois, dan keras kepala. Dan mama harus berhadapan dengan semua sifat buruk ku itu. Di saat aku sudah menjadi lebih tenang, pemaaf dan mau mengalah, mama harus pergi lebih dulu. Kalau ia masih disini, aku tahu dia akan sangat bangga denganku.
Ma, aku sudah tidak pilih-pilih makanan. Mama gaperlu lagi berdebat dengan nenek agar mau mengikuti selera makan ku yang saat itu tidak ingin makan ikan bandeng. Aku pernah bilang dengan nada marah dan kesalku kalau aku tidak suka ikan itu, tapi ketahuilah ma aku suka makan ikan itu sekarang. Maa, apa ini sudah menjadi takdirku? Aku harus kehilangan mama secepat ini. Aku sekarang sedang kehilangan arah hidup ma. Aku hanya butuh mama untuk mendengar cerita-ceritaku. Aku baru saja di pecat dari kerjaanku ma. Aku gatau harus melamar kerja kemana lagi. Dan di waktu yang sama bapak dan ibu juga menyuruh aku untuk tetap melamar kerja di tempat lain. Apa mereka tidak tahu kalau mencari kerja itu tidak semudah yang orang-orang kira. Aku tahu, mama tidak akan menuntut ku mencari pekerjaan jika aku tidak ingin. Dulu, aku ingin sekali bekerja di suatu restoran kepiting. Saat itu posisiku baru selesai wisuda dan sedang nganggur. Mama bilang “nanti kamu capek nak” mama khawatir aku lelah, mama khawatir aku tidak betah kerjanya. Percayalah ma, pekerjaanku kemarin menjadi sales yang penuh dengan tekanan. Dan, aku menjalaninya selama satu tahun. Tidak ada yang bertanya apakah aku lelah dengan pekerjaan itu, tidak ada yang khawatir dengan kondisiku. Mereka hanya tahu aku bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri.
Ma, di dalam gelap kamarku ini aku mendoakan mu agar bahagia di alam sana. Aku yakin mama udah sehat dan selalu tersenyum bahagia. Ma, bahkan di ujung hari terakhirmu kamu masih mendapatkan gossip buruk tentang suamimu, tapi kamu sangat yakin dia setia dan tidak menduakanmu. Ma, jika memang ini sudah menjadi takdirku kehilanganmu, akan ku jalani hari-hariku disini dengan terus mengingatmu ma. Aku tidak ingin melupakanmu nanti jika aku sudah tua dan hilang ingatan. Aku tidak ingin melupakan suara khas lembutmu itu. Mama memanggilku dengan lembut, tidak pernah keluar satu kata buruk dari dirimu maa.. Maafkan aku maa.. Maaf karena aku tidak bisa merawatmu dengan baik saat kau sakit. Maafkan aku ma karena aku selalu mengeluh dan marah-marah saat terbangun di jam 12 malam karena mama lapar dan minta makan. Ma, bahkan di jam 2 pagi ini aku masih terjaga dan tidak bisa tertidur hanya karena main hp. Mengapa dulu aku sangat tidak tahu diri. Ma, maaf karena sudah terlambat mendatangimu di saat mama menginginkanku. Coba saat itu mama sedikit lebih keras memaksaku pulang, aku bisa lebih lama bersamamu ma sebelum kamu hanya bisa berbaring di tempat tidur. Bahagia disana ya ma. Aku akan tetap menulis untuk mengingatmu, mengulang kembali memori, kenangan dan ucapan baik yang pernah kau berikan, agar kelak aku dapat membacanya kembali, cucumu bisa membacanya, dan cucuku juga bisa membacanya. Sampai ketemu lagi ma. I Love You...


Komentar
Posting Komentar